Jumat, 19 April 2013



HADIRILAH TABLIGH AKBAR

Bersama:
FADHILATUSY SYAIKH ABDURRAZZAQ BIN ABDUL MUHSIN AL AL BADR-hafidzohumallah-

(Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah dan pengajar tetap di masjid Nabawi Madinah An Nabawiyyah)

Dengan tema :
CINTA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

Insya Allah akan diselenggarakan pada,
Hari : Ahad, 10 Jumadil Akhir 1434 H / 21 April 2013
Jam : 09.00 – 11.30 WIB
Tempat : MASJID ISTIQLAL Jakarta Pusat

Terbuka untuk umum bagi kaum muslimin dan muslimah

Informasi : (021) 8233661 , 081823 6543 , SMS 081989 6543

Penyelenggara : Radio Rodja | Rodja TV
Bekerjasama dengan: Salam Dakwah | Nashirus Sunnah


Syekh Ibnu Zhafar al-Makki mengatakan,
“Saya dengar bahwa Abu Yazid Thaifur bin Isa al-Busthami radhiyallahu ‘anhu ketika menghafal ayat berikut:
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil.” (QS. Al-Muzzammil: 1-2)
Dia berkata kepada ayahnya, ‘Wahai Ayahku! Siapakah orang yang dimaksud Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat ini?’ Ayahnya menjawab, ‘Wahai anakku! Yang dimaksud ialah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dia bertanya lagi, ‘Wahai Ayahku! Mengapa engkau tidak melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Ayahnya menjawab, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya qiyamul lail terkhusus bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diwajibkan baginya tidak bagi umatnya.’ Lalu dia tidak berkomentar.”
“Ketika dia telah menghafal ayat berikut:
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu.’ (QS. Al-Muzzammil: 20)
Lalu dia bertanya, ‘Wahai Ayahku! Saya mendengar bahwa segolongan orang melakukan qiyamul lain, siapakah golongan ini?’ Ayahnya menjawab, ‘Wahai anakku! Mereka adalah para sahabat –semoga ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu terlimpa kepada mereka semua.’ Dia bertanya lagi, ‘Wahai ayahku! Apa sisi baiknya meninggalkan sesuatu yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya?’ Ayahnya menjawab, ‘Kamu benar anakku.’ Maka, setelah itu ayahnya melakukan qiyamul lail dan melakukan shalat.”
“Pada suatu malam Abu Yazid bangun, ternyata ayahnya sedang melaksanakan shalat, lalu dia berkata, ‘Wahai ayahku! Ajarilah aku bagaimana cara saya bersuci dan shalat bersamamu?’ Lantas ayahnya berkata, ‘Wahai anakku! Tidurlah, karena kamu masih kecil.’ Dia berkata, ‘Wahai Ayahku! Pada hari manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya, saya akan berkata kepada Rabbku, ‘Sungguh, saya telah bertanya kepada ayahku tentang bagaimana cara bersuci dan shalat, tetapi ayah menolak menjelaskannya. Dia justru berkata, ‘Tidurlah! Kamu masih kecil’ Apakah ayah senang jika saya berkata demikian?’.” Ayahnya menjawab, ‘Tidak. Wahai anakku! Demi Allah, saya tidak suka demikian.’ Lalu ayahnya mengajarinya sehingga dia melakukan shalat bersama ayahnya.”

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Sumber : www.kisahmuslim.com dipublikasikan ulang oleh: www.pustakasalafishop.blogspot.com

Kamis, 27 Desember 2012




IBUNDA PARA ULAMA
Haga : Rp 32.000
Penerbit : Pustaka Ibnu Katsir
Penulis : Sufyan bin Fuad Baswedan MA

Pernahkah pembaca mendengar tentang Anas bin Malik, Abdullah bin Zubeir, dan Umar bin Abdul Aziz? Bagaimana pula dengan Hasan Al Bashri, Sufyan Ats Tsauri, Imam Syafi’I, dan Imam Malik…?
Tentunya, nama-nama mereka demikian akrab di telinga kita. Sepak terjang mereka pun demikian luar biasa dan menjadi buah bibir di mana-mana… bukan saja di zaman mereka, namun sampai hari ini pun mereka masih menjadi panutan dan idola.
Mereka bukanlah para Nabi atau Rasul yang mendapat wahyu dan bimbingan ilahi. Mereka adalah manusia biasa yang lahir dari rahim kaum wanita. Mereka juga memiliki orang tua seperti kita, dan bisa salah maupun lupa seperti laiknya manusia biasa…
Akan tetapi, apa yang menjadikan mereka luar biasa? Siapakah insan-insan teladan dan tangan-tangan cekatan yang mendidik mereka? Anda mungkin berkata bahwa mereka adalah para ayah yang mulia… Anda tidak keliru, tapi jawaban ini tidak tepat. Sebab, banyak dari mereka yang terlahir sebagai yatim, atau tidak lama bersua dengan sang Ayah di masa kecilnya.
Mereka adalah segelintir dari para ulama hasil didikan Sang ibunda. Bagaimana ibunda mereka mendidik sang buah hati? Bagaimana mereka menanamkan nilai-nilai keislaman dan norma-norma agama kepada puteranya? Bagaimana mereka mencurahkan waktu, tenaga, dan biaya untuk itu semua?
Tak banyak buku yang mengulas tentang itu. Karena sejarah memang tidak banyak bercerita tentang kaum wanita dan peran mereka. Buku inilah satu-satunya yang akan menjawab berbagai pertanyaan tadi. Buku ini mengumpulkan mutiara hikmah para ibunda yang tercecer di tengah ratusan biografi para ulama.
Bacalah… dan resapi kedalaman ilmu mereka. Rasakan… bagaimana ketulusan mereka dalam menasehati, dan terapkan itu semua dalam kehidupan Anda sehari-hari. Karena penulis bukan saja bercerita tentang ulama tempo dulu yang telah wafat belasan abad lalu, akan tetapi banyak juga ulama masa kini yang dididik oleh para ibunda yang istimewa itu.
Temukan itu semua dalam buku ini…. Dan selamat membaca 

Sabtu, 08 Desember 2012

buku islam online murah






Perjalanan Para Ulama Menuntut Ilmu
Harga : Rp 38,000
Penulis : Abu Anas Majid al-Bankani
Penerbit Darul Falah

Buku islam murah kali ini mengisahkan tentang perjalanan para ulama dalam menuntut ilmu nyaris sulit dicari tandingannya di masa kini. Betapa gigihnya para shahabat, tabi'in, tabiut tabi'in, dan para mujaddid abad ini dalam menuntut ilmu. Inilah beberapa penggalan kisah tersebut:



Abu Ad-Darda‘, “Kalau aku menemukan satu ayat dalam Al-Qur'an dan tidak ada orang yang bisa menerangkannya kepadaku, kecuali seorang yang tinggal di tempat yang sangat jauh sekali, aku akan turut dia”.



Sesungguhnya Sa'id bin Al-Musayyab pernah berjalan berhari-hari dan bermalam-malam untuk mencari satu hadits.



Imam Malik merasakan pedihnya kemiskinan. Saking luasnya menuntut ilmu, hingga mengurangi atap rumahnya; dia menjual kayunya. Kemudian, dunia jauh darinya.



Tidak seorang pun pada zaman Ibnul Mubarak yang lebih gigih dalam menuntut ilmu selain dirinya. Dia pergi ke Yaman, Mesir, Syam, Bashrah, dan Kufah. Dia adalah termasuk orang yang meriwayatkan ilmu dan pantas untuk itu. Dia belajar dari yang tua maupun yang muda.



Yahya bin Ma'in adalah seoarang imam dalam al-jarhu wa ta'dil (ilmu mengenai kecacatan dan kebenaran riwayat suatu hadits). Seorang yang telah sampai pada puncak ilmu hadits pada zamannya. Ia menghabiskan 1.050.000 dirham dalam mencari hadits hingga tidak ada yang ia miliki selain sandal yang dipakai.



Al-Bukhari Rahimahullah pergi menemui para ahli hadits yang ada di penjuru dunia. Dia belajar ke Khurasan, pegunungan, kota kota di sekitar Irak seluruhnya, Hijaz, Syam, Mesir, dan dia datang ke Irak beberapa kali. Al-Bukhari berkata, “Aku belajar kepada 1.000 guru dari kalangan ulama, bahkan lebih. Aku tidak mempunyai satu hadits pun, kecuali kusebutkan sanadnya.”



Lantas bagaimana halnya upaya Anda dalam menuntut ilmu? Insya Allah, buku ini memberikan motivasi bagi kita untuk lebih bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Karena ilmu adalah cahaya dan jalan utama bagi datangnya hidayah Allah Azza wa Jalla









BUKU CARA CEPAT MEMBACA DAN MENERJEMAHKAN KITAB GUNDUL METODE AL ANKABUT
Penulis : Abu Syifa, Lc.
Penerbit: MEDIA HIDAYAH
Harga Jual : Rp15.000,00

Karakteristik Metode Al-Ankabut Metode ini mempunyai ciri khas, yaitu:

1. Mudah Metode ini dirancang agar seorang bisa belajar bahasa Arab dengan mudah dan sederhana. Dalam metode ini pelajar tidak dibebani pekerjaan menghafal definisi-definisi atau ta'rifaat tetapi definisi itu akan dihasilkan dari pemahaman pelajar.

2. Menyenangkan Metode ini menerapkan pembelajaran yang santai dan ringan sehingga tidak menjadi beban bagi pelajar.

3. Cepat Metode ini dirancang agar seorang bisa membaca kitab gundul secara cepat dengan asumsi bahwa sebenarnya bahasa Arab itu secara gramatikal sudah baku, tidak ada perubahan dan tidak terpengaruh dengan gramatikal bahasa lain. Jadi, sebenarnya yang harus diajarkan kepada pelajar adalah sederhana dan sudah baku. Oleh karena itu, dalam metode ini, hal-hal yang dirasa jarang digunakan dan jarang muncul dalam membaca kitab gundul tidak diajarkan kepada pemula karena belum perlu dan bisa ditunda penyampaiannya. Yang diajarkan adalah bahasan-bahasan yang penting saja, yang memang diperlukan dalam membaca kitab gundul.

4. Cerdas atau smart . Metode ini menggunakan sistem cerdas dalam memilih materi bagi peserta dan cara pengajaran. Seorang muslim pada dasarnya cerdas sedangkan orang kafir sepandai-pandai mereka adalah bodoh dikarenakan kekafiran mereka pada Rabb mereka.

5. Power of Teaching Metode ini banyak bertumpu pada kekuatan cara pengajaran seorang guru, bukan hanya sekedar pada buku panduan. Buku panduan tidak akan banyak berguna tanpa ada pengajar yang memahami dan berpengalaman dalam metode ini. Belajar dengan guru adalah sunnah salafusshalih. Belajar pada seorang guru bukan hanya mengambil ilmu yang dimiliknya, tetapi belajar juga sistematika dan teknik pengajarannya. Dengan cara tersebut seorang murid bisa mengambil dan menyempurnakan cara pengajarannya.

Selasa, 04 Desember 2012




Penulis : Kholid Syamhudi, LC. 
Penerbit : Pustaka Darul Ilmi 
Harga : Rp 21.000
Halaman : 112 
Ukuran 14 x 20,5 cm

Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah jenis bisnis yang sudah lama menjamur di Indonesia. Dengan mengandalkan sistem jaringan dan keuntungan-keuntungan bisnis ini, membuat MLM cepat menyebar dan diterima oleh masyarakat. Bisnis ini pun berkembang pesat hingga kita jumpai begitu banyak perusahaan MLM, termasuk di dalamnya MLM yang menyandarkan kepada sistem Islami.

Namun di tengah booming-nya bisnis MLM ini, ternyata ada yang berpendapat bahwa bisnis ini hukumnya HARAM?!  Bagaimana ini bisa terjadi? Apa alasan mereka mengHARAMkannya? Apa dalil-dalil mereka? Lalu bagaimana kita menyikapinya?

Temukan semua jawabannya dalam buku ini!



Beginilah Kepribadian Seorang Muslim
Penulis: Syaikh Ali Hasan al-Halabi
Penerbit: Darul Ilmi
Harga : Rp 25.000
Berat : 150 gram

Seorang pribadi muslim yang sejati, selalu menjadikan Al-Qur'an & As-Sunnah sebagai pedoman hidupnya, di manapun ia berada hatinya selalu tertaut dengan masjid sebagai tempat ibadahnya...

Buku ini berisi 40 hadits shahih (atau hasan( dari sabda-sabda Nabi Muhammad SAW. Saya (penulis) mengumpulkannya sebagai peringatan untuk diri pribadi dan untuk saudara-saudara seiman.

Buku ini mengandung tarbiyah jiwa, pensucian hati, dan pembersihan akhlaq. Penaku ini tidak lain untuk menuliskan perkataan-perkataan sederhana guna menjelaskan hal-hal yang kurang dipahami dan menerangkan makna yang dimaksud, dengan tetap memperhatikan hubungan antara hadits-hadits tersebut dengan bab-babnya sambil memberikan komentar singkat tentang hadits-hadits tersebut.

Bukan rahasia bagi manusi, bahwa agama Islam yang mulia telah memberikan perhatian yang begitu besar di dalam banyak nash-nashnya, baik nash Al-Qur'an maupun As-Sunnah untuk membangun kepribadian seorang muslim, serta mengarahkannya dengan arahan yang sangat mendasar yang lahir dari intisari ajaran-ajaran Islam, juga dari pokok hukum-hukum dan syariat-syariatnya.

Kami mengajak, agar pribadi kita selalu diselimuti indahnya Tuntunan Ilahi. Agar dunia yang pekat dan perih ini terasa sejuk nan harum disetiap letih dan lelahnya langkah kaki.

Semoga Allah menutup nafas kita, saat pribadi indah mempesona itu masih melekat di jiwa. Amin...