Minggu, 18 November 2012








FAWAIDUL FAWAID
Penulis : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Harga : Rp120.000
Penerbit : Pustaka Imam As-syafii



Islam, ajaran yang sarat hikmah dan pesan-pesan agung bagi kehidupan lahir dan batin manusia. Setiap ibadah fisik yang diajarkannya selalu membawa pesan-pesan batin, dan setiap pesan batin yang dibawanya selalu menuntut perwujudan secara fisik.

Laksana samudera yang luas nan dalam, buku ini menghadirkan pe­tualangan dan pergulatan spiritual yang penuh pengetahuan, hikmah, kearifan, dan pesan luhur yang terkandung dalam ajaran Islam. Semua itu disuguhkan dengan pemaparan yang mendalam dan menyentuh sisi-sisi batin Anda. Kebutuhan batin Anda akan dipenuhi dengan hikmah-hikmah di balik ajaran tauhid dan makrifatullah. Lalu, wawasan dan pe­mahaman Anda tentang al-Qur-an dan as-Sunnah akan diperkaya dengan pembahasan tafsir beberapa surah, penjelasan hadits, dan kaidah fikih yang tidak ditemukan di sembarang buku.

Kalbu Anda juga akan dipertajam oleh pembahasan hati dengan berbagai amalannya; dan karenanya Anda akan menyadari bahwa ajaran Islam bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga mencakup amalan hati yang sering kali diabaikan. Khazanah buku ini semakin lengkap dengan pemaparan potret hidup orang-orang Shalih dan mutiara hati yang terangkum dalam petuah-petuah bijak.

Dengan menyelami buku ini, insya Allah pemahaman kita tentang hakikat ubudiyah menjadi sempurna; dan, pelita hati yang tercerahkan dengannya akan menyinari perjalanan kita menuju Allah. Telaahlah buku ini dalam-dalam. Renungilah setiap hikmah dan pesan di dalamnya perlahan-lahan. Sebab semakin dalam perenungan kita, semakin bercahaya hati kita, dan semakin dekat jarak penelurusan kita untuk menggapai kebahagiaan hakiki








Kenapa Harus Shalat
Penulis: DR. Muhammad Al-Muqaddam
Ukuran: 20.0 x 14.0 cm ; 256 hal
Harga: Rp 35.000,00



Apakah shalat yang Anda dirikan selama ini menjelma sekadar aktivitas rutin yang kering makna? Tak usah gusar! Banyak kaum Muslimin—selain Anda—yang yang merasakan gejala demikian. Wajar, perintah shalat yang diajarkan orang-tua dan pendidik kita seringkali tanpa diiringi alasan yang bisa diterima, selain sekadar sebuah perintah langit yang mengakibatkan dosa bila ditinggalkan. Itu saja.

Buku ini menjelasakan detil alasan mengapa kita harus rukuk dan sujud setiap hari. Di samping memang karena perintah langit, shalat memiliki kedudukan istimewa dan keutamaan yang membedakannya dengan ibadah-ibadah lain. Tapi jangan coba-coba meremehkan. Ancamannya serius: mulai dari terjebak kepada sifat nifak, hingga ancaman mati dalam keadaan su’ul khatimah.

Tak lupa, Penulis juga menyertakan untaian nasehat berprice yang dapat menyadarkan kita arti penting, sekaligus meningkatkan kualitas shalat itu sendiri. Sehingga, pelaksanaan shalat menjadi lebih bermakna daripada sekadar rutinitas belaka. Lebih dari itu, buku ini juga pantas Anda hadiahkan untuk mereka yang masih enggan shalat.








Kenapa Harus Shalat
Penulis: DR. Muhammad Al-Muqaddam
Ukuran: 20.0 x 14.0 cm ; 256 hal
Harga: Rp 35.000,00



Apakah shalat yang Anda dirikan selama ini menjelma sekadar aktivitas rutin yang kering makna? Tak usah gusar! Banyak kaum Muslimin—selain Anda—yang yang merasakan gejala demikian. Wajar, perintah shalat yang diajarkan orang-tua dan pendidik kita seringkali tanpa diiringi alasan yang bisa diterima, selain sekadar sebuah perintah langit yang mengakibatkan dosa bila ditinggalkan. Itu saja.

Buku ini menjelasakan detil alasan mengapa kita harus rukuk dan sujud setiap hari. Di samping memang karena perintah langit, shalat memiliki kedudukan istimewa dan keutamaan yang membedakannya dengan ibadah-ibadah lain. Tapi jangan coba-coba meremehkan. Ancamannya serius: mulai dari terjebak kepada sifat nifak, hingga ancaman mati dalam keadaan su’ul khatimah.

Tak lupa, Penulis juga menyertakan untaian nasehat berprice yang dapat menyadarkan kita arti penting, sekaligus meningkatkan kualitas shalat itu sendiri. Sehingga, pelaksanaan shalat menjadi lebih bermakna daripada sekadar rutinitas belaka. Lebih dari itu, buku ini juga pantas Anda hadiahkan untuk mereka yang masih enggan shalat.








Mukthasar Minhajul Qasidin
Penulis : al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi
Penerbit : Pustaka Darul Haq
Harga : Rp130.000
Jumlah Halaman : 788 halaman


Kaum Muslimin mengenal secara luas kitab Ihya` Ulumuddin, sebuah kitab yang membahas Ibadah, adat, dan sesuatu yang merusak dan menyelamatkan, namun karena sejumlah masalah mengandung kritik di dalamnya, Imam Ibnul Jauzi meringkasnya menjadi Minhaj al-Qashidin, lalu disaripatikan lagi oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi menjadi Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, yang merupakan kitab asli buku ini.
Di awal, buku ini mengingatkan pentingnya berilmu bagi setiap Muslim, dan bahwa ilmu itu ada yang terpuji tapi ada juga yang tercela; berikut tentang penyakit-penyakit ilmu, karakteristik ulama su`, dan batasan ilmu akhirat.
Buku ini terdiri dari empat perempat:
Seperempat pertama: Ibadah. Ini adalah tujuan manusia diciptakan. Dan buku ini fokus menjabarkan hikmah, rahasia, dan keajaiban ibadah kepada Allah yang bersifat batiniyah. Nilai lebih dalam buku ini adalah, ulasan menyentuh tentang keagungan tersembunyi di balik setiap ibadah yang kita lakukan, sehingga menumbuhkan keyakinan bahwa ibadah-ibadah tersebut memang disyariatkan oleh Tuhan semesta.
Seperempat kedua: Adat. Yang berisi adab-adab dalam menghadapi kehidupan dunia, agar kita tidak diperbudak oleh dunia, dan agar mampu menundukkannya sehingga menjadi bekal menuju akhirat, dan bukan menjadi tujuan. Mencakup adab-adab lahir dan batin, makan dan minum, berkeluarga, mencari rizki, interaksi sosial, dan bagaimana menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Seperempat ketiga: Apa-apa yang membinasakan. Yang intensif menyingkap hal-hal negatif pada diri manusia yang bisa membinasakan, agar kita semua waspada. Di antara yang membinasakan itu adalah akhlak-akhlak yang buruk; yang zahir seperti akhlak buruk lisan, dusta, ghibah, namimah, berkata keji dan kotor, gaduh dan berteriak-teriak; lalu akhlak buruk hati, seperti: Hasad, syahwat, amarah, cinta pujian, cinta dunia, cinta kedudukan, sombong dan angkuh, tinggi hati, dan lainnya. Semuanya diuraikan dengan sangat bagus di sini, dan lengkap dengan terapi dan cara-cara merubahnya menjadi positif, sehingga orang yang membaca buku ini, bisa memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.
Seperempat keempat: Apa-apa yang menyelamatkan. Yaitu bertaubat dari segala dosa dan maksiat, kemudian memupuk sifat sabar, pandai bersyukur, penuh pengharapan, takut akan hukuman Allah, wara', zuhud, dan lebih memilih hidup sederhana. Dan buku ini ditutup dengan masalah paling penting yaitu, bagaimana menempa diri agar bertauhid secara benar, yang mencakup: Cinta, berharap dan takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Dan itu semua ditutup dengan nasihat penting bagaimana kita senantiasa mengingat kematian, agar kita sadar bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, sepanjang umur dan sepanjang hari, sejak bangun tidur hingga kembali ke peraduan, akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah; kebaikan atau keburukan sebesar atom pun akan dibalas. Buku ini adalah bimbingan terbaik meraih akhirat yang baik, insya Allah.





Ketika Cinta Merindu.
Penulis : Ali Ahmad bin Umar.
Penerbit : Nasirussunnah.
Harga : Rp38.500

Saat Cinta merindu, harapan menyentak semangat
Takut mengarungi samudra, menempuh badai pengorbanan
Berdoa dalam gelombang, dalam takut kuberharap
Cinta merindu dalam wasiat
 
Adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua orang tua untuk memelihara anak dengan baik. memelihara dengan cara menjaga dan merawat dengan baik, membiarkan tumbuh dengan kasih sayang yang cukup, serta mencukupi hidup dengan pendidikannya. Hal ini dilakukan karena anak adalah anugerah dan titipan berharga dari Allah subhanahu wa ta'ala. Mereka adalah mutiara cinta-kasih yang harus disepuh dengan ilmu dan hikmah sehingga menjadi mutiara kehidupan yang berharga. Mereka adalah harta yang terus mengalirkan pahala kepada orang tuanya setelah kehidupan fana ini. Maka pendidikan agama mempunyai peran penting dalam membina mereka, menjadikan mereka memiliki fondasi yang kuat agar tidak terhanyut dengan gerlapnya dunia sehingga tercermin akhlak mulia dan berbakti kepada orang tua. Pada akhirnya, cinta dan rindu akan selalu menghujam dalam hati para orang tua yang merindukan dan mencintai anak yang mendatangkan kenikmatan, baik dunia maupun akhirat.

Berbagai nasihat dan tuntunan untuk mengantarkan anak menjadi sebuah kenikmatan telah terangkum dalam buku ini. Dengan bahasa yang sederhana dan lugas, kita akan memetik banyak hikmah setelah membacanya dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.



Ketika Sang Habib Dikritik
Membuka Mata Hati, Meniti Jalan Kebenaran
Penulis : Ust. Firanda Andirja, Abidin, Lc. M.A.
Penerbit : Nasirussunnah
Harga : 54.500

Kenikmatan terbsesar bagi seorang muslim adalah nikmat Islam yang hakiki. Islam yang dibangun di atas tauhid dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Terlebih tatkala seorang muslim melihat di seklilingnya, betapa banyak manusia yang terjerumus dalam peribadatan kepada sesama makhluk. Sebagian manusia menyembah matahari. sebagian manusia menyembah sapi. Sebagian yang lain menyembah batu. Sebagian yang lain menyembah pohon dan seterusnya.

Nikmat Islam yang dibangun di atas tauhid dan sunnah akan terasa semakin besar dan tinggi, tatkala seorang muslim melihat bahwasanya di antara saudara-saudaranya sesama muslim masih ada yang terjerumus dalam praktik-praktik kesyirikan dan kebid'ahan, baik mereka sadari atau tidak.

Sungguh sangat menyedihkan tatkala kita melihat bahwasanya di tanah air kita:

 - Masih banyak kaum muslimin yang percaya kepada dukun.
 - Masih banyak kaum muslimin yang percaya kepada ramalan-ramalan.
 - Masih ada kaum muslimin yang mempraktikkan sihir.
 - Masih banyak kaum muslimilin yang bekerjasama dengan jin dan mempraktikkan ilmu kebal.
 - Masih banyak kaum muslimin yang masih memakai jimat dan jamp-jampi.
 - Masih banyak kaum muslimin yang tidak mengenal sunnah-sunnah nabi mereka, sementara begitu bersemangat melaksanakan ibadah-ibadah bid'ah yang tidak pernah dicontohkan leh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
  - Masih banyak kaum muslimin yang masih mencontoh ahlul kita dalam tata cara beribadah, seperti beribadah dengan musik dan nyanyian.

Sementara buku ini membuka hati kita semua bahwa beribadah memiliki kaifiyat atau tata cara yang telah ditentukan oleh syariat dan tidak bisa diubah-ubah atau dimodifikasi. dan menjadi tugas kita sesama muslim untuk saling mengingatkan.



Kriteria Busana Muslimah
Penerbit: Pustaka imam Syafii,
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani,
Harga : Rp40.000
Ukuran (cm): 15.5×23.5,
Berat (gram): 500,

Fenomena maraknya penggunaan busana muslimah di kalangan kaum wanita muslimah, khususnya di Indonesia, akhir-akhir ini patutlah disyukuri. Terlepas apakah hal itu mengindikasikan kesadaran muslimah yang tinggi dalam beragama ataukah hal itu hanya sekadar tren berbusana belaka.

Apapun alasannya, ini merupakan momentum yang harus diapresiasi dengan baik karena sangat kondusif bagi terbentuknya lingkungan sosial dan budaya yang islami pada masa mendatang. Hanya saja, ada yang aneh dalam fenomena berbusana muslimah tersebut; yaitu terlihatnya ironisme dalam berbusana. Ini dapat terjadi karena para muslimah itu mengikuti tren; atau memang sebenarnya mereka tidak memahami hukum.

Maka, jadilah seperti yang kita saksikan; banyak muslimah yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang, berpakaian tetapi tetap mengundang syahwat, berpakaian tetapi auratnya masih terbuka, dan ironisme-ironisme lain yang sebenarnya berkonotasi merendahkan martabat kaum wanita itu sendiri di hadapan publik. Buku yang ada di tangan

Anda ini menjelaskan secara sistematis dan detail tentang batasan-batasan, kriteria, dan standar berbusana muslimah mencakup bentuk, ukuran, corak, warna, dan model yang sesuai dengan tuntutan dan tuntunan syari’at Islam yang agung demi menjaga martabat kaum wanita dan nilai-nilai kesopanan.

Selamat Menyimak!